Hari ini Kamis 31 Mei 2012. Hari sudah siang. Aku tidak berangkat kerja.
Anakku, Sho Iman, belum bersekolah karena umurnya baru 6 tahun. Sebenarnya dia ingin kami daftarkan di Pendidikan Anak Usia Dini tetapi. Namun karena lokasinya jauh akhirnya dia tidak kami masukkan ke sana.
Sehari-hari waktunya banyak dihabiskan di rumah Dia bermain sama adiknya, Arif Sumarlin yang baru bersusia 2 tahun. Sebelum adiknya lahir Iman (panggilan Sho Iman) cukup sering bermain di luar rumah ke tempat tetangga dekat rumah.
Sejak dia sering berada di dalam rumah dia sering kena marah.Kami khawatir kalau perkembangan pribadinya terganggu. Karena jarang bergaul dengan teman sebaya bisa saja nanti anak akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. Inilah yang menjadi kekhawatiran saya dan bundanya.
Terkadang baru bangun tidur dia sudah ingin main game yang ada di Laptop. Sebenarnya salah aku juga mengapa memperkenalkan dia dengan game komputer. Akhirnya dia kecanduan game sampai sekarang.
Pagi itu seperti biasa saat aku ada di rumah, Iman pun bermain game. Bundanya merasa pusing karena Iman sudah terlalau mencandu game. Iman pun dilarang untuk berhenti bermain game. Ketika itu Iman sedang bermain game Star Defender.
Bunda: Iman, berhenti dulu main game !
(Iman masih terus bermain game dan tidak mau berhenti, karena sudah terlalu sering dilarang bermain game dia menyahut)
Iman : Bunda ini sudah berjuta-juta melarang Iman (maksudnya melarang
main game). Coba duit bunda yang berjuta-juta.(sambil dia masih
meneruskan permainannya yang masih seru)
Aku dan Bundanya jadi bingung bagaimana menjawab tanggapannya yang seperti itu. Karena dari jawabannya ada juga kebenarannya. Bukankah dari pada melarang berjuta kali lebih baik kalau punya uang berjuta-juta.
He...he....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar