Iman sudah main game cukup lama di laptop. Karena khawatir terjadi over heat atau terlalu panas aku suruh Iman untuk mematikan Laptop. Karena aku juga ingin memakai laptop. Maka kukatakan kepadanya: "Iman, ayo matikan dulu laptop, sudah terlalu panas".
Iman lalu maraba laptop untuk mengetahui apakah laptop benar-benar sudah panas atau tidak. Sepertinya dia tidak percaya dengan omonganku. Setelah dirabanya dan dirasakan memang sudah panas akhirnya dia mau mematikan laptop.
Tidak lama setelah laptop mati akupun diam-diam menghidupkan laptop. Sementara Iman asyik bermain HP karena di dalam HP juga tersimpan beberapa game.
Ketika dilihatnya aku sudah mulai menghidupkan laptop, Iman langsung saja berkata: "Ayah, laptopnya masih panas. Jangan dipakai dulu.Akupun cari-cari alasan sambil berkata:"Nggak, ini sudah mulai dingin.
"Ayah, pinjam Laptopnya!, Iman berteriak.
"Jangan main laptop terus, nanti mata bisa rusak. Nggak bisa melihat".
"Itu ayah sering main laptop", katanya protes.
"Ya, ayah kan sudah dewasa, kataku. entah dia mengerti apa tidak sama sekali.
Aih, Ayah ini, katanya dengan nada protes.
Tapi akupun tidak lama memakai laptop karena Imanpun terus mrenerus mendesak ingin minjam laptop. Sekarang giliran Imaan yang mengambil alih laptop.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar