Sabtu, 02 Juni 2012

PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN DI MANINJAU (Bagian 2)


Di tepi danau Maninjau, kampung orang tuaku, aku mempunyai kesan yang sampai sekarang tidak bisa kulupakan. Saat-saat bermain dengan teman-teman di tengah sawah setelah orang panen sangatlah menggembirakan. Kami pergi ke kaki bukit yang tidak terlalu jauh dari perkampungan untuk mencari buah pala dan berlomba siapa yang paling banyak mendapatkan buah pala.
Buah pala yang sudah kami peroleh lalu kami bawa pulang untuk kemudian dijemur di depan rumah. Di kampung juga terdapat banyak orang yang memiliki tanaman cengkeh. Tanaman ini tumbuh subur di kaki bukit. Kami harus melintasi pagar kawat berduri untuk mencari buah pala. Bersama temanku si Pen dan adiknya (kabarnya mereka sekarang sudah tinggal di Pulau Jawa) kami  barmain di sana. 
Kalau kita pandang dari lembah, tampak di atas bukit yang menghijau  asap tipis meliuk menjulang ke angkasa. Petani yang di sana hidup damai dan  bersahaja. Setiap hari-hari pekan mereka turun sambil membawa hasil ladang mereka. Mereka jual untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Betapa indah suasana kehidupan ini. 
Aku juga sangat terkesan dengan aroma harum cengkeh dan kulit manis. Aroma harum yang menimbulkan kekhasan dan kesan tersendiri. Mungkin karena aroma yang harum inilah orang menjadikan cengkih sebagai bahan pembuatan rokok. Terkadang sampai sekarang aku masih ingat bagaimana buah pala yang aku jemur di depan rumah sering hilang. Bermain di kaki bukit dengan teman-teman sungguh sangat  menyenangkan.

Bersambung ke Bagian 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar